GenPI.co - Seorang pekerja PT Riau Indo Agropalma (PT RIA), Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Riau, ditemukan dalam keadaan tewas, Kamis 923/5). Ia diduga menjadi korban serangan harimau saat sedang sedang bekerja pemanenan tanaman Akasia.
Pekerja yang tewas tersebut diketahui bernama M Amri (32). Ia berasal dari Dusun Perasak Desa Gapura, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Tubuhnya ditemukan di Kanal Sekunder 41 PT RIA Desa Tanjung Simpang. Kamis, (23/5)
Baca juga: BBKSDA Riau Musnahkan Sawit di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil
Selanjutnya korban dibawa ke pelabuhan PT. RIA dengan menggunakan speed boad. Sesampainya di pelabuhan langsung dilakukan pemeriksaan di UPT Puskesmas.
Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa korban mengalami luka yang pada bagian tengkuk, leher, kepala bagian belakang dan mata sebelah kanan.
Kepada wartawan, Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono menyampaikan tempat ditemukanya korban itu adalah kantung harimau.
Suharyono menjelaskan, satu setengah bulan yang lalu di wilayah itu memang telah muncul harimau yang terlihat oleh beberapa karyawan disana. Bahkan terekam video.
Atas dasar ini BBKSDA Riau bersama PT RIA telah melakukan sosialisasi kepada karyawan agar tidak melaksanakan kerja sendiri-sendiri atau memisahkan diri dari rombongan rekan kerjanya.
“Delapan orang yang selamat merupakan karyawan yang telah mengukuti program sosialisasi. Sementara, apakah si korban pada waktu itu mengikuti program sosialiasasia atau tidak, kami sampai saat masih memeriksa daftar hadirnya,” ujarnya.
Baca juga: Bukit Suligi Riau Masuk Nominasi Anugerah Pesona Indonesia 2019
Ia menambahkan, program itu antara lain mengedukasi mengenai bagaimana cara berhadapan jika bertemu dengan harimau. BBKSDA juga telah memasang peringatan-peringatan di kawasan itu.
“Jenazah korban hari ini Jumat sudah di terbangkan ke Kalimantan,”tambah Suharyono.
Sampai saat ini Suharyono belum mengambil kebijakan untuk melakukan evakuasi harimau. Sebab kawasan Kerumutan merupakan daerah hidup harimau Sumatra.
Kepada karyawan dan masyarakat di sekitar lokasi, tim BBKSDA Riau terus melakukan sosialisasi untuk keamanan agar tidak terjadi konflik masyarakat dengan hewan yang dilindungi.
Simak juga video menarik pilihan redaksi berikut
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News