Harus Tahu, Ini Fakta-fakta Penting Soal Cacar Monyet

12 Mei 2019 13:06

GenPI.co - Seorang pria Nigeria yang datang ke Singapura ditemukan menderita penyakit cacar monyet yang berasal dari virus monkeypox. Meski penyakit ini tergolong langka, namun penyebarannya juga sangat sedikit sehingga bila dilakukan pencegahan dini maka amat jarang tertular. Mungkin sebagian besar dari kamu belum tahu, apa sih penyakit cacar monyet itu? Berikut fakta-faktanya yang mengejutkan sekaligus nambah pengetahuanmu.

1. Ditemukan 1958

Penyakit ini disebut monkeypox karena pertama kali ditemukan di laboratorium monyet pada tahun 1958.

Baca juga :

Amit-Amit, Begini Tandanya Kalau Kamu Kena Cacar Monyet 

Mengenal Lima Penyakit Langka di Indonesia 

Awas Cacar Monyet, Berawal di Singapura Bisa Mampir ke Indonesia 

2. Bisa menyebabkan Komplikasi

Dikutip dari Liputan6, mereka yang terinfeksi monkeypox biasanya mengalami demam, sakit kepala, sakit otot, sakit tubuh, pembengkakan kelenjar getah bening dan ruam kulit. Dalam beberapa kasus, virus dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, radang otak dan infeksi mata.

3. Virus ini berasal dari Binatang

Jadi, virus bisa menular ketika seseorang melakukan kontak dekat dengan hewan yang terinfeksi, seperti tikus, melalui perburuan dan konsumsi daging hewan liar. Memakan daging hewan liar ternyata sangat biasa di beberapa negara Afrika. Untuk mereka, daging tersebut menjadi sumber protein yang populer.

4. Vaksin khusus

Pasien yang menderita monkeypox membutuhkan perawatan khusus atau vaksin yang tersedia untuk infeksi monkeypox. Vaksinasi cacar ini terbukti 85 persen efektif dalam mencegah infeksi virus.

5. Penyebaran rendah

Menurut WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) belum ada bukti jika cacar monyet bisa menular dari manusia ke manusia. Kementerian Kesehatan Singapura juga mengatakan demikian. Risiko penyebaran memang cukup rendah namun bukan berarti bisa disepelekan. Penyebaran yang paling cepat adalah kontak langsung ke saluran pernafasan si penderita atau terkena lendir dari si penderita.


Tonton lagi :

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Ardini Maharani Dwi Setyarini

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co