GenPI.co - Siswa di tingkat SD dan SMP Kota Yogyakarta merasa senang bisa kembali melakukan aktivitas belajar di sekolah.
Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta Dedi Budiono mengatakan fakta tersebut diketahui dari evaluasi simulasi pembelajaran yang telah dilakukan terhadap 10 SD dan SMP.
“Siswa senang karena bisa kembali ke sekolah meski hanya belajar dua jam dan tidak penuh selama sepekan,” katanya di Yogyakarta, Kamis (27/5).
Bahkan, menurut Dedi siswa juga memiliki gairah yang tinggi untuk belajar.
“Karena ada interaksi dengan teman, siswa memiliki semangat yang lebih untuk belajar,” ujarnya.
Dalam kesiapan menghadapi tahun ajaran baru 2021/2022 ini, seluruh sekolah SD dan SMP juga diminta menyiapkan pilihan metode pembelajaran tatap muka maupun pembelajaran daring.
“Sekolah akan mendukung persiapan yang dibutuhkan, baik SDM maupun sarana prasarana protokol kesehatan,” ucapnya.
Dedi mengatakan, penyiapan dua metode itu tidak mudah tapi harus tetap diminta melakukannya untuk menjaga dan meastikan siswa tetap memperoleh akses Pendidikan.
“Dua opsi metode ini hanya untuk SD dan SMP. Sedangkan TK masih tetap pembelajaran daring, karena tidak mudah mengatur anak TK tertib dan disiplin protokol kesehatan,” ujarnya.
Menurut Dedi, siswa di jenjang SD lebih mudah diatur dan biasanya masih diantar jemput orang tua untuk ke sekolah.
“Kalau siswa SMP biasanya sudah lebih mandiri dan bisa berangkat ke sekolah sendiri,” ucapnya. (ant)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News